ngekngok

life is easy

Foto Saya
Nama:

hello yellow.

Selasa, 07 Februari 2012

you.

it's been always about you lately. sorry.
i just miss you so bad. it feels do weird when we're just 2 meters apart but nobody talk, nobody try to start a good, health conversation. what happen with.. us?

am i talking to the moon?

Senin, 30 Januari 2012

f*ck you and all we've been through

aku marah. ada banyak, terlalu banyak ke-kamu-an kamu yang buat aku marah. iya kamu, kamu orang bodoh plontos muka dongo yang suka pura pura bego ga tau apa apa. bohong besar kalau kamu ga tau aku marah kali ini. aku marah sama diri sendiri, kenapa harus marah marah gara gara kamu. aku marah sama ego aku kenapa harus maksa diri sendiri buat marah sama kamu. aku marah sama kebodohan aku yang bisanya marah-ga-bilang-bilang sama kamu. aku butuh perpektif baru. dimana bukan kamu yang jadi porosnya. bosan.
kamu.... parah. sama parahnya sama aku. apalagi kalau kita berdua disatuin, apa jadinya? super-duper-mega-giga-parah? that sounds funny, though.

aku ini marah loh. marah besar. sadar ga? dengan semua ke dongo an kamu, dengan reputasi oon nya kamu, dengan luar biasa nya kamu pura pura jadi orang polos, GA MUNGKIN KAMU GA SADARRR. aku marah kenapa aku harus kenal kamu. aku marah kenapa kita ga bebas ngomong kaya yang lain. aku marah kenapa ada tembok transparan tapi tebel banget, kan nyesek kalo keliatan tapi ga bisa disentuh. mending ga usah keliatan aja sekalian. aku marah kenapa kamu diem aja kalo aku marah. aku marah kenapa kita pinter banget ngobrol pake mata. kamu ga punya mulut emang? ato kamu sumbing? aku marah kenapa kita ini beda banget. jauh. aku marah kenapa kamu sabar banget sih? aku marah kenapa aku panik kalo barang kamu ilang. aku marah kenapa mesti ada sms dari kamu di inbox. aku marah kenapa kita harus kaya orang maen petak umoet gini. aku marah kenapa aku bisa ngerti ekspresi mata kamu. aku marah kenapa ada memori kita di otak aku. aku marah kenapa .... aku marah kenapa aku kagnen sama kamu. terlalu.

Senin, 09 Januari 2012

Kilat

kamu tau rasanya menahan air bertekanan tinggi supaya ga tumpah keluar dari tangki selama berbulan bukan? sementara tangki ini adalah tangki yang sangat sensitif, kesenggol dikit aja dia bisa langsung meledak. habislah bisa airku.

kamu tau aku gelisah waktu kamu mulai berani buka keran tangki airku sedikit demi sedikit? dan akhirnya disaat aku menyerah sama kamu, ku kucurkan air dari tangki setetes demi setetes. tapi rupanya kamu memang nantang, kamu buka keran aku lebih deras. dan sekarang air ku udah meluber kemana mana, membanjiri kamu. bikin kamu basah kuyup. dan yang kamu lakukan cuma tertawa. kamu sambut air aku dengan tangan hangatmu. kamu tampung air aku di bajumu, di celanamu, di kantongmu, kamu basahi rambutmu, kamu sukses bikin air aku meresap di tiap inchi kulitmu, tapi helai rambutmu. lega rasanya bisa mengeluarkan semua air dari tangki, aku capek nahan keran biar ga bocor berbulan bulan dan sekarang capeknya terbayar.

tapi kamu lupa nutup penyumbat air. sekarang airku mengalir lemah hilang ditelan lubang lubang kecil mematikan. air yang kujaga berbulan bulan, airku untuk kamu, perlahan menyusut. dan kamu, kenapa kamu diem aja? cepet tutup sumbatnya! tolong jangan biarin airnya ilang begitu aja.. loh.. kok kamu malah pergi? mau kemana? terus ini nasib air aku gimana?

...kenapa kamu malah berteduh di tepian? kita udah terlanjur basah. kenapa harus berhenti main air?

atau kamu sebenernya takut air?

Selasa, 29 November 2011

Ambigu

Kenapa harus?
Kenapa ga dicoba?
Kenapa jauh?
Kenapa begitu?
Kenapa maju mundur?
Kenapa ada?

Kenapa beda?
Kenapa kamu, kenapa aku?
Kenapa... Kita?
Kenapa...?

Senin, 21 November 2011

in silent

suatu hari, bulan bertanya pada matahari
"hey mat, kenapa kau pergi saat aku tiba, dan baru berani muncul ketika aku memudar?"
matahari tidak menjawab. ia bergumam dalam hati
"ah bulan, andai kau tau betapa inginnya aku tetap menggantung di langit ketika kau tiba, memancarkan seluruh cintaku padamu dengan segala sinarku, memelukmu dalam dekapan angin mesra, tapi kau tahu itu tak mungkin. jikapun aku harus tinggal, kau akan musnah termakan kobarku. musnah pula anganku akan kamu. kumohon biarkan aku seperti ini adanya, memandangmu dari sudut bumi lain. meninggalkan jejak jejak petunjuk hatiku agar kau bisa membacanya di tempat aku berpijak sebelum mu."

dan begitulah. hingga hari akhir tiba, matahari terus membakar tubuhnya sebagai bukti kesungguhanya terhadap bulan. dan bulan... tak akan pernah tahu.. selamanya.

hanya sekejap



dan hari ini semesta membawamu ke hadapku, menitipkan hatimu agar kujaga
dengan satu syarat:
"jangan miliki dia" semesta berujar

-dan kau pun tercipta tidak untuk kumiliki, i.


Selasa, 08 November 2011

alb

kepastian.
kepastian itu ga selamanya bagus. terkadang, sesuatu yang tidak pasti terasa lebih nyaman dibandingkan jika kita harus berhadapan dengan kepastian yang menohok kesadaran kita akan suatu hal yang mustahil.

sekarang, ketidakpastian macam ini jauh lebih baik daripada jika kita harus mengakui kesalahan masing masing dan kembali ke jalan yang benar. karena jalan salah yang kita tempuh sudah melalui hutan berduri yang terlalu luas, lautan api yang terlalu panas, hingga sengatan matahari yang membias. jikapun kita harus kembali ke jalan yang benar, sanggupkah kita melewati hutan, laut, dan radiasi matahari yang mematikan itu tadi untuk kedua kalinya? jikapun kita sanggup, kuatkah kita menahan semua luka, darah, airmata, dan perih berganda yang harus tercipta setelah kita kembali di jalan yang benar? jikapun kita kuat, relakah kita untuk benar benar kembali ke awal, menghapus semua yang terlanjur tertera di benak masing masing, menyayat memori memori yang terlanjur tertatto permanen di hati masing masing?

dan demikianlah. ketidak pastian ini akan terrus berlanjut sampai batas waktu yang juga tidak pasti. tetaplah seperti ini. sampai kepastian membinasa segala rasa, membalik waktu, mencuri hati kita kembali. saat kiamat itu tiba, kita.. sudah berbeda..